<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0"><channel><atom:link rel="hub" href="http://tumblr.superfeedr.com/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"/><description>Allah’s servant. Muhammad’s follower. Quran &amp; hadist learner. #IndonesiaTanpaJIL</description><title>http://tomyaditias.tumblr.com/</title><generator>Tumblr (3.0; @tomyaditias)</generator><link>http://tomyaditias.tumblr.com/</link><item><title>"Bukti Cinta" (Dedicated to MODP 25)</title><description>&lt;p&gt;&lt;a class="tumblr_blog" href="http://sukmadien.tumblr.com/post/48251049054/bukti-cinta-dedicated-to-modp-25" target="_blank"&gt;sukmadien&lt;/a&gt;:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;img alt="image" src="http://media.tumblr.com/7dfc93eb23182627ce689538f5a65368/tumblr_inline_mlnfqzGVoK1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai&lt;/em&gt;&lt;span&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;(HR. Al Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;“Lho, kok kita dapet hadiah lagi, Mas?” Tanya ku pada suami. Seneng, haru, dan rasa tak percaya menyertai pertanyaanku itu. Ini kali ketiga kami mendapat hadiah dari teman-teman MODP 25, pasca pernikahan kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;Yang pertama, dihantarkan langsung sekaligus kunjungan silahturahim ke kosan kami. Kunjungan yang menurutku adalah kunjungan penyambutanku karena tepat dua hari setelah kedatanganku untuk membersamai sang suami di “tanah perjuangan” ini. Kehangatan dan nuansa kekeluargaan kurasakan alirannya dari wajah saudara-saudara baruku itu. Tulus. Dan efek terbaiknya untukku, aku merasa diterima dan dikuatkan untuk bertahan di tempat asing, kota orang. Padahal  berkelebat ketakutan (sedikit) dan kekhawatiran bahwa aku tak mampu beradaptasi di tempat baru ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;Yang kedua, tiba-tiba saja saat suami pulang dari tempat pendidikannya, Ia menghampiriku yang hari itu sedang mempersiapkan makan malam di dapur. Kuhentikan aktivitasku, selain karena ingin menyambutnya, juga penasaran apa gerangan yang dibawanya dengan kemasan cantik itu. “Ini hadiah, kata temen-temen Mas hadiah ulang tahun Mas kemarin?” ujar suamiku. Saat kami buka, senyumku terkembang. Subhanallah… Cantik… Kami pun berpandangan sambil senyum-senyum (ndak jelas). “Mas pakai yang ini, adek pakai yang ini ya.” kata suami sambil memilah benda cantik itu menjadi dua bagian terpisah. Setelah itu, si benda cantik terus kami pakai; mengiringi sore dan pagi hari kebersamaan kami. (Tebak benda cantik apakah gerangan tersebut di atas?) ;-)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;Dan terakhir, kemarin sore. Hari bertepatan 1 bulan pernikahan kami. 17 April 2013. “Dek, kita dapet hadiah lagi dari temen-temen.” sambil membuka tasnya, suamiku menyodorkan sebuah kotak yang dibungkus kertas kado yang bertabur ‘cinta’. Panas mata ini membaca ucapan yang tertulis rapi di dalam kotak kado yang telah kami buka bersama. Allahu… Ini bukan sekedar hadiah, tapi bukti cinta saudara kepada saudaranya. Luruh sudah pertahananku. Inilah ukhuwah Islamiyah yang Allah janjikan itu. Indah. Sungguh indah. Belumlah kumengenal satu-persatu dari kalian, tapi telah kurasakan keindahan persaudaraan yang ditawarkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;Sedih hati ini saat bertubi-tubi perpisahan dengan saudara, sahabat, dan kerabat di Lampung sebelum keberangkatanku kesini. Rasanya ukhuwah itu seperti akan tercerabut dari diriku karena jarak yang terbentang. Tak pernah sebelumnya kutinggalkan tanah kelahiran dalam waktu yang lama. Pun bayangan perjuangan membangun ukhuwah baru sepertinya akan sangat berat. “Kami hanya berdua, apa yang bisa dilakukan dua orang asing di tempat baru?” pikirku saat itu. Tapi tidak, segala puji bagi Allah yang telah mengirimkan saudara-saudara  yang baik bagi kami. Kalian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;Jazakumullah Khairan Katsir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;-Hanya Allah saja yang mampu membalas dengan kebaikan yang lebih pantas-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;With Love&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;Tomy-Diny&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Jazakumullah khayran katsir.. :&amp;#8217;)&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/48261057766</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/48261057766</guid><pubDate>Thu, 18 Apr 2013 12:30:00 +0700</pubDate></item><item><title>29 Maret 2013, dua belas hari sudah aku menjadi seorang suami....</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/84788c8b402e8d108aa40e69de33a90d/tumblr_mkebguy9ud1qh9d2uo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;29 Maret 2013, dua belas hari sudah aku menjadi seorang suami. Selama dua belas hari itu baru tiga hari saja aku beserta istri menghabiskan waktu bersama, berdua. Taaruf lagi, memulai semua perkenalan dari awal sekali. Memulai semua rangkaian pernikahan dengan mengagungkan Allah, memohon ridho dariNya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mitsaqan ghalizha, perjanjian yang berat. Ya, pernikahan adalah satu dari tiga urusan yang disebutkan dalam Al Quran sebagai perjanjian yang berat. Dua sisanya adalah tentang tauhid. Dan memang benar, menikah itu artinya mengikat diri dalam perjanjian yang tanggungjawabnya langsung ke Allah. Pertanggungjawaban mengenai istri, anak, harta yang dikelola di dalamnya, ilmu yang diajarkan kepada mereka, teguran-teguran yang mengingatkan mereka, ah semuanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tanggung jawab itu, bahwa setiap perbuatan dosa sang istri, maka suami yang akan menanggungnya. &lt;span&gt;Menyadari besarnya tanggung jawab yang akan aku tanggung, t&lt;/span&gt;&lt;span&gt;epat setelah akad diucapkan dan para saksi menyatakan sahnya pernikahan kami, b&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ercucuran air mataku hingga membasahi jenggot. Menunduk terisak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;Sungguh itu adalah amanah yang berat bagiku. Seorang pemuda lajang diamanahi untuk memperlakukan seorang wanita shalihah dengan sebaik-baiknya, dengan penuh cinta dan kasih sayang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” Ar Rum [30]: 21&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Ya, aku mengazzamkan diri untuk mencintai dan menyayangi serta memperlakukan istri dengan ma’ruf sesuai apa yang telah Allah perintahkan kepada setiap suami.&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“…Dan pergaulilah mereka dengan cara yang ma’ruf (baik). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;An Nisā’ [4]: 19&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Telah aku rasakan cinta dan kasih sayang dalam hatiku kepada istriku yang shalihah insyaaLlah. Selalu senyum kusunggingkan setiap kali mengingat dirinya, wanita baik-baik yang telah mengikat diri menjadi istri bagiku. Selalu gemuruh debar-debar dalam dada menggebu setiap kali bercanda mesra dengannnya. Wallahi, ini adalah fitrah manusia. Dan ini adalah bentuk pengelolaanku atas fitrah tersebut, menjaganya dalam kesucian dan justru bukan mengumbarnya. Semoga Allah memberkahi, meridhoi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu aku sampaikan pada Rabbku, sang pembolak-balik hati manusia, agar mengukuhkan kecintaan kami sebagaimana kami meminta kepadaNya untuk memberikan keteguhan atas keimanan dalam hati. Karena mencintai seseorang tanpa melibatkan sang penanam cinta dalam hati sejak dini adalah merugi. Mengaku mencintai tapi mengingkari Allah yang menumbuhkan rasa cinta, kami ingin menghindarinya. Maka kami berdoa agar kecintaan kami karenaNya, dan ketidaksukaan kami pula karenaNya. Lillahita’ala.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kemudian aku teringat sebuah ayat yang membuatku kembali tersadar untuk terus menjaga hati, memelihara kecintaan ini hanya karenaNya.&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;Al Munafiqun [63]: 9&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Astaghfirullah.. Ayat ini yang kembali mengingatkanku untuk terus meluruskan niatku. Bahwa semua ini adalah atas kehendak Allah, atas rahmat dan kasih sayangNya, atas kuasaNya. Maka sudah sepantasnyalah di dalam hati ditanam dalam-dalam untuk tidak melalaikan diri dari mengingat Allah, dibuktikan dengan perbuatan dan disampaikan dengan lisan. Karena aku ingin pernikahan ini barokah, mendapat ridhoNya. Ini yang pertama-tama aku tanamkan ketika mengawali pertanyaan, “Mbak Diny sudah berkeluarga atau belum?” September tahun lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sungguh aku tidak ingin pernikahan ini justru melalaikan, menjauhkan kami dari Allah. Wallahi! Aku tidak ingin yang demikian. Semoga Allah mengabulkan dan menjaga kami dari kelalaian yang merugikan. Saksikanlah yaa Rabb..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maka biarlah taujih ini aku tutup dengan mengingatkan kepada kita sebagai setiap individu, bukan hanya bagi suami, tetapi juga istri dan seluruh anggota keluarga.&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“&lt;span&gt;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;At Tahrim [66]: 6&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Semoga Allah mengampuni kita dari kelalaian yang merugikan dan memaafkan segala kekhilafan. Aamiin yaa Mujiib..&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/46549719402</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/46549719402</guid><pubDate>Fri, 29 Mar 2013 07:39:00 +0700</pubDate><category>Pernikahan</category><category>Islam</category><category>Ar Rum</category><category>An Nisa</category><category>Al Munafiqun</category><category>At Tahrim</category><category>Tomy - Diny</category><category>Al Qur'an</category><category>Islamic Point of View</category></item><item><title>Dua Pekan</title><description>&lt;p&gt;Hari ini, 3 Maret 2013. Tepat dua pekan sebelum akad nikahku diucapkan. Mungkin sudah wajar kalau calon pengantin merasakan debaran-debaran kencang ketika waktu bergerak makin mendekat hari-H. Tapi aku baru merasakannya sekarang, tepat dua pekan sebelum beskap putih itu aku kenakan. Kemarin-kemarin ketika beberapa teman sudah mulai menanyaiku bagaimana perasaanku, aku hanya jawab dengan tenang, &amp;#8220;InsyaaLlah dilancarkan, dimudahkan..&amp;#8221; Tapi kini, debam ketukan jantung mulai bergemuruh kencang. Ketukannya tidak lagi 1-2, 1-2, tapi sudah 3-4, 3-4 mungkin. :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebelumnya debaran jantung ini mengencang setiap kali ingat debrief OJT Financing yang jadwalnya hanya terpaut tiga hari sebelum akad. Setiap kali ingat itu aku langsung beringsut membuka buku atau laptop, berharap ikhtiarku cukup untuk mengantarkanku mencapai titik &amp;#8216;pantas&amp;#8217; dengan doa-doa yang senantiasa kulantunkan. Ya, pemantasan diri. Lulus, aku harus lulus debrief! Aku bisa! Itu yang kuulang-ulang untuk memantapkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Debaran jantungku memompa darah dengan cepat ketika pagi tadi seorang teman bertanya-tanya tentang proses yang kami jalani. Terlebih lagi setelah itu ia menceritakan cerita di balik layar yang makin membuat pompaan darah dari jantung bergerak cepat. Kuucap tahmid dan takbir berkali-kali. Sungguh skenario Allah luar biasa. Jika Allah sudah berkehendak, tiada satupun yang kuasa merubahnya. Allahu akbar! :&amp;#8217;)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;Jakarta, March 3, 2013.&lt;br/&gt;Bumi Allah dengan keceriaan membuncah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/46549190125</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/46549190125</guid><pubDate>Fri, 29 Mar 2013 07:32:28 +0700</pubDate></item><item><title>“Marriage in Islam - What’s hers is hers, and...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/866a8c44ccdc8cf0dc282d45dd0d04a8/tumblr_mj1901UdHc1qh9d2uo1_400.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;“&lt;strong&gt;Marriage in Islam - What’s hers is hers, and what’s yours is hers. So, tell me again, how Islam gives women no rights?&lt;/strong&gt;”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br/&gt;Meme of Willy Wonka for Islam quotation. :)&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/44364832112</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/44364832112</guid><pubDate>Sat, 02 Mar 2013 19:21:37 +0700</pubDate><category>Marriage In Islam</category><category>Islam</category><category>Women in Islam</category><category>Meme</category><category>Willy Wonka</category><category>Women rights in Islam</category><category>Islamic Point of View</category></item><item><title>Nyobain app baru. Dan kantor tetiba rame dengan berfoto ria. :D</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/361569ef2cded3b997173f5cb3bbde78/tumblr_mike52IJ0J1qh9d2uo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/0811d27a3fe54efbf07218051f2d38e0/tumblr_mike52IJ0J1qh9d2uo2_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/984e4310f0eebdcd602f780287f60fc8/tumblr_mike52IJ0J1qh9d2uo3_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/a3949df5298c37fc41f6f8612cbf6436/tumblr_mike52IJ0J1qh9d2uo4_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/bc8c64443efd44b95a3a2c797f11636a/tumblr_mike52IJ0J1qh9d2uo5_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;&lt;p&gt;Nyobain app baru. Dan kantor tetiba rame dengan berfoto ria. :D&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/43636568901</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/43636568901</guid><pubDate>Thu, 21 Feb 2013 16:53:26 +0700</pubDate></item><item><title>Muhasabah</title><description>&lt;p&gt;Yang kukhawatirkan adalah kelalain untuk beristighfar karena ramainya pujian dan sedikitnya teguran. Sungguh, berjamaah itu tentang saling mengingatkan. Tak jarang aku temui diriku tersenyum bangga karena pujian dan bersedih karena cacian. Padahal mungkin pujian itu melampaui &amp;amp; melebih-lebihkan. Dan tak sepatutnya diri merasa sedih karena dicela. Karena bisa jadi celaan-celaan itu masih jauh lebih baik daripada aib sendiri yang tersimpan rapi.&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/43300743955</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/43300743955</guid><pubDate>Sun, 17 Feb 2013 16:42:00 +0700</pubDate><category>Muhasabah</category></item><item><title>Should be like this!</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/8763fd43ea101af9d4aba2d877e96e24/tumblr_mi6ws5U0WL1qh9d2uo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Should be like this!&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/43050752638</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/43050752638</guid><pubDate>Thu, 14 Feb 2013 10:09:41 +0700</pubDate><category>Valentine</category><category>Palestine</category><category>Palestine Freedom Day</category></item><item><title>Science, Faith and God: in Islamic Point of View.</title><description>Professor : You are a Muslim, aren’t you, son ?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Yes, sir.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: So, you believe in GOD ?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Absolutely, sir.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor : Is GOD good ?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Sure.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Is GOD all powerful ?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Yes.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: My brother died of cancer even though he prayed to GOD to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
(Student was silent.)&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: You can’t answer, can you ? Let’s start again, young fella. Is GOD good?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Yes.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Is satan good ?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : No.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Where does satan come from ?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : From … GOD …&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this world?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Yes.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Evil is everywhere, isn’t it ? And GOD did make everything. Correct?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Yes.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: So who created evil ?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
(Student did not answer.)&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don’t they?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Yes, sir.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: So, who created them ?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
(Student had no answer.)&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Science says you have 5 Senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son, have you ever seen GOD?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : No, sir.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Tell us if you have ever heard your GOD?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : No , sir.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Have you ever felt your GOD, tasted your GOD, smelt your GOD? Have you ever had any sensory perception of GOD for that matter?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : No, sir. I’m afraid I haven’t.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Yet you still believe in Him?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Yes.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol, Science says your GOD doesn’t exist. What do you say to that, son?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Nothing. I only have my faith.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Yes, faith. And that is the problem Science has.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Professor, is there such a thing as heat?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Yes.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : And is there such a thing as cold?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Yes.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : No, sir. There isn’t.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
(The lecture theater became very quiet with this turn of events.)&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don’t have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
(There was pin-drop silence in the lecture theater.)&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Yes. What is night if there isn’t darkness?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : You’re wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light. But if you have no light constantly, you have nothing and its called darkness, isn’t it? In reality, darkness isn’t. If it is, well you would be able to make darkness darker, wouldn’t you?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: So what is the point you are making, young man ?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Sir, my point is your philosophical premise is flawed.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: Flawed ? Can you explain how?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good GOD and a bad GOD. You are viewing the concept of GOD as something finite, something we can measure. Sir, Science can’t even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor, do you teach your students that they evolved from a monkey?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
(The Professor shook his head with a smile, beginning to realize where the argument was going.)&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor. Are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
(The class was in uproar.)&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Is there anyone in the class who has ever seen the Professor’s brain?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
(The class broke out into laughter. )&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor’s brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established Rules of Empirical, Stable, Demonstrable Protocol, Science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
(The room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable.)&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Professor: I guess you’ll have to take them on faith, son.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Student : That is it sir … Exactly ! The link between man &amp; GOD is FAITH. That is all that keeps things alive and moving.&lt;br /&gt;&#13;
&lt;br /&gt;&#13;
Shared on my Timeline. February 11, 2013. 07.55 am, GMT +7. Jakarta, Indonesia.</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/42801010635</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/42801010635</guid><pubDate>Mon, 11 Feb 2013 08:01:08 +0700</pubDate><category>Islam</category><category>Islamic Point of View</category><category>God</category><category>Science</category><category>Faith</category><category>Student</category><category>Professor</category><category>Satan</category></item><item><title>Women in Islam</title><description>&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;A British man once asked a Muslim Young man: &amp;#8220;Why is it not permissible in Islam, for women to shake hands with strange men?&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;The Young man responded: &amp;#8220;Can you shake hands with Queen Elizabeth?&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;British man replied: &amp;#8220;Of course not! There are only certain people who can shake hands with Queen Elizabeth.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;The Young man said: &amp;#8220;Our women are queens and queens do not shake hands with strange men.&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Then the British man asked: &amp;#8220;Why do your women cover up the whole of their body?&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;The Young man smiled and got two sweets out of his pocket, He opened the first one and kept the other one closed (he didn&amp;#8217;t open it). He threw them both on the dusty floor and asked the British man; &amp;#8220;If I ask you to take one of the sweets, which one will you choose?&amp;#8221; The British replied; &amp;#8220;The covered one.&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;The Young man said: &amp;#8220;That’s how we treat and see our girls, ladies and women in Islam.&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Allahu akbar! That&amp;#8217;s why Islam is the best way of life.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;em&gt;Shared on my Timeline.&lt;/em&gt;&lt;br/&gt;&lt;em&gt;February 8, 2013. 10.32 am, GMT+7.&lt;/em&gt;&lt;br/&gt;&lt;em&gt;Jakarta, Indonesia.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/42557629191</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/42557629191</guid><pubDate>Fri, 08 Feb 2013 11:00:00 +0700</pubDate><category>Women In Islam</category><category>Islam</category><category>Queen Elizabeth</category><category>British</category><category>Jakarta</category><category>Indonesia</category></item><item><title>No Valentine’s Day in Islam!
Biar aku jadi tulang...</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/63cc798864307e7f80f8a168b556d4e4/tumblr_mhs2sh6PuH1qh9d2uo1_r1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;No Valentine’s Day in Islam!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Biar aku jadi tulang punggungmu, kamu jadi tulang rusukku. :’)&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/42401892683</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/42401892683</guid><pubDate>Wed, 06 Feb 2013 09:55:00 +0700</pubDate><category>Islam</category><category>Valentine's Day</category></item><item><title>"Cantik, izinkan aku menunduk.."</title><description>“Cantik, izinkan aku menunduk..”</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/41943364182</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/41943364182</guid><pubDate>Thu, 31 Jan 2013 20:49:45 +0700</pubDate></item><item><title>Karena Aku Berselera Tinggi!</title><description>&lt;p&gt;Tiga hari lalu sempet ngetwit ini untuk menjawab pertanyaan2 beberapa tmn akhwat yg pernah tanya ke saya tentang ini. Silakan disimak. Semoga bermanfaat.&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Maaf, mau sedikit share ttg kisah seorang shahabiyah yg sudah mengajarkan kepada saudari2 ttg perihal keinginan mereka u/ menikah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Yang kira2 akan merasa terganggu, sila di-mute. Unfollow button pun tersedia.. Tp semoga kemudian dpt manfaat kisah ini dari org lain ya. :)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kisah ini ane share stlh prtanyaan2 bbrp tmn perempuan ttg bagaimana bila seorang perempuan yg menawarkan diri kpd seorang pria u/ dinikahi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kita kutip dulu Al Ahzab [33]:50 &amp;#8220;..dan wanita beriman yang menyerahkan dirinya kepada Nabi jikalau Nabi berkehendak menikahinya.. &amp;#8220;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kemudian haditsnya, &amp;#8220;Anas ibn Malik, radhiyallahu &amp;#8216;anhu berkata: &amp;#8220;Ada seorang wanita yg dtg kepada Rasulullah shalallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Ia menawarkan dirinya kepada Rasulullah dgn berkata, &amp;#8220;Ya Rasulullah, apakah engkau membutuhkan diriku?&amp;#8221;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Anak perempuan Anas yg hadir dan mendengar kata2 wanita itu berkata, &amp;#8220;Alangkah memalukan dan betapa buruknya!&amp;#8221;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Mendengar itu, sang ayah (Anas) meyahut, &amp;#8220;Dia jauh lbh baik darimu, Nak! Wanita itu mencintai Rasulullah &amp;amp; menawarkan dirinya kpd beliau!&amp;#8221;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- (HR Bukhari)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kebanyakan orang di masyarakat kita memang menganggap apa yg dilakukan wanita tadi adalah suatu hal yg memalukan. Tapi apa jawab Anas?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Anas ibn Malik justru menyanggah ucapan anak perempuannya &amp;amp; mengatakan wanita itu lbh baik. Mencintai orang shalih &amp;amp; menawarkan dirinya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Pertama, orang itu adalah Rasulullah. Orang yg tidak diragukan lagi akhlak &amp;amp; agamanya. (Ya iyalah, nabi sekaligus Rasul gitu..)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kedua, menawarkan diri di sini konteksnya adalah u/ dinikahi. Bkn selain itu. Apalagi hubungan yg ga mengubah status di KTP yg itu tu. :D&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Ketiga, penawaran dirinya di kisah ini adalah bentuk kecintaannya &amp;amp; kepercayaannya pada sosok yg &amp;#8216;ditawari&amp;#8217; atas dirinya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Sedangkan kecintaan &amp;amp; kepercayaannya itu lahir dari pribadi sang sosok tadi yg begitu shalih, begitu baik akhlaknya, begitu didamba!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Jadi wajarlah jika perempuan tadi menawarkan dirinya kepada Rasulullah u/ dinikahi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kisah tadi mengajarkan kepada saudari2 kita yg sedang &amp;#8216;menunggu&amp;#8217;. Menunggu sang calon amir dlm rumahnya, menunggu penggenap setengah agama.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kemudian ada yg berkeluh, terlalu lama menunggu ia yg ditunggu justru tak kunjung datang. Bersabar. Ya, pasti! Tp usia tidak menunggu.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Afwan kalo tiba2 ane bicara umur. Tp ini adlh salah satu problem bagi sebagian saudari2 kita yg sudah siap tp yg ditunggu ndak datang juga.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Sambil menunggu, diisi waktunya dgn membaktikan diri kepada umat, dgn bekerja, dgn memperbaiki diri, tp kapan yg ditunggu itu datang??&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Astaghfirullah.. Ane bkn hendak meneriakkan anti2 semua u/ ndak bersabar. Tp yuk kita perhatikan lagi kisah perempuan mukmin tadi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Atas dasar apa ia &amp;#8216;berani2nya&amp;#8217; menawarkan diri u/ dinikahi? Melawan persepsi kebanyakan orang kalau itu memalukan? Atas dasar apa? Ya, iman!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Karena keimanannya itu ia mencintai Rasulullah sampai2 keinginannya u/ dijadikan istri oleh beliau mendorongnya melakukan hal tersebut.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Pertanyaannya, kenapa hal tersebut memalukan? Bukankah wajar jika seorang shalih, akhlaknya baik &amp;amp; #CIA (calon idaman akhwat) itu didamba??&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Apalagi kalau ternyata ia juga hafidz Quran? Kurang didamba apa coba? Terlebih lagi misalnya dia tinggi, tampan &amp;amp; kaya. Ah, itu bonus saja. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Nah, karena tingginya kualitas sang ikhwan inilah (di kisah ini yg dmksd adlh Rasulullah) yg membuat ia berani bertindak &amp;#8216;memalukan&amp;#8217;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kembali ke kegelisahan bbrp tmn akhwat ane yg msh menunggu tp yg ditunggu ndak kunjung datang &amp;amp; msh malu2 jika ditawari u/ &amp;#8216;duluan&amp;#8217;. :D&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Ya, malu2 wajar si. Tp kalo niat u/ nikah udah bulet &amp;amp; mampu, plus ikhwannya itu #CIA banget2, ya kenapa ndak dicoba tanyakan aja dulu? :D&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Minimal tanyakan apakah beliau sudah menikah atau belum. Kalaupun sudah, masihkah ada &amp;#8216;ruang tersisa&amp;#8217; dari empat yg dikasih Allah. #eh :D&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Demi Allah, wanita yg mnawarkan dirinya ke pria shalih lagi baik akhlaknya itu jauh lbh baik dr mereka yg mnawarkan diri selain u/ dinikahi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kenapa lebih baik? Pertama, niatnya mulia, nikah: sesuai ajaran Islam &amp;amp; dicontohkan pula. Kedua, pria yg ditawarinya itu adalah pria shalih.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Ada harapan yg tinggi di sini. Dari pernikahan dgn pria shalih itu diharapkan akan lahir anak2 yg shalih pula. Membangun peradaban!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Pandangan jauh ke depan. Ini calon ibu yg visioner. Bkn hanya melihat pernikahan sebagai rutinitas hidup belaka. Semoga kita begitu ya. :D&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Kalaupun memang masih malu2 menyampaikannya secara langsung, silakan sampaikan ke slh satu sahabat sang pria yg juga amanah orangnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Atau sampaikan ke orang tua &amp;amp; orang yg dipercaya keshalihannya u/ diteruskan pesannya ke beliau, sang calon imam rumah tangga.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Menawarkan diri karena anti berselera tinggi! Karena arti &amp;#8216;menawarkan diri&amp;#8217; di sini bukanlah mengobral &amp;amp; menjual murah. Tp kebalikannya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Karena antuna punya selera tinggi atas calon ayahnya anak2 yg shalih lagi baik akhlaknya, maka tawarkanlah. Tanyakan marittal statusnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Tapi ini bisa terjadi kalau orang tua atau wali &amp;amp; semacamnya blm juga atau ndak menjalankan isi An Nur [24]:32. Apa itu?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- &amp;#8220;Dan nikahkanlah org2 yg sedirian diantara kamu, dan org2 yg layak menikah dari sahaya kalian yg laki2 dan yg perempuan..&amp;#8221;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Perhatikan, &amp;#8220;dan nikahkanlah..&amp;#8221; bukan &amp;#8220;Dan nikahilah..&amp;#8221; Beda tho? :D&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Ada tanggungjawab di sana, atas para org tua, para wali, para pemimpin umat u/ menikahkan org2 yg layak menikah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Dan akhir ayat tersebut ditutup dgn kalimat yg menentramkan,..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- &amp;#8220;Jika keadaan mereka fakir, Allah akan membuat mereka kaya dgn karuniaNya dan Allah Maha luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.&amp;#8221; :&amp;#8217;)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Ah, intinya ane hanya ingin berbagi bahwa &amp;#8216;menawarkan diri&amp;#8217; ke pria shalih dan menawan akhlaknya u/ dinikahi adalah bkn hal yg memalukan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Semoga akhwat2 yg sedang menunggu di luar sana masih bersabar, tp jangan malu u/ menawarkan diri, apalagi si &amp;#8216;dia&amp;#8217; #CIA banget.. :D&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Semoga ini menjawab kegelisahan bbrp tmn akhwat yg menanyakan hal ini (semoga pun mereka baca). Ndak enak kalo di-cc soalnya. :)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Semoga pun yg ikhwan menyegerakan pengajuan proposal. Jangan2 antum lho pria yg mereka tunggu2 itu? Jgn2 antum lho yg didamba2?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Jangan2 antum lho yg membuat tundukan mereka bukan sekedar menjalankan perintah belaka, tp malu karena antum yg hendak ditawari. Ah.. :&amp;#8217;)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Semoga Allah mendekatkan jodoh kita masing2. Ndak di dunia, akhirat pun ada. Justru ndak lekang waktunya. Iya tho? :D&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Doa, ikhtiar &amp;amp; sabar.. Banyakin istikharah yuk. :)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Sebenernya kisah tadi sindiran juga u/ kita para ikhwan si. Ditunggu2 tu proposalnya! :|&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Ah, maaf cuma pengen share ttg wanita yg menawarkan diri u/ dinikahi. Ane sendiri blm nikah kok. Cuma ingin menjawab pertanyaan bbrp shbt,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Semoga bermanfaat.. Silakan dikoreksi, disampaikan ulang. Lebarin ladang pahala u/ kemudian dipanen di surga nanti. Insya Allah. Pamit.. :&amp;#8217;)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;- Twit2 tadi bersumber dari berbagai bacaan, bukan perkataan &amp;amp; bukan juga penafsiran sendiri. :)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Dan ingat istri Rasulullah yang pertama dan tiada dimadu? Ya, beliau adalah Khadijah binti Khuwailid, salah satu contoh tepat wanita yg menawarkan diri dan kemudian dinikahi. Kepada siapa lagi selain kepada sang Nabi penutup, Muhammad bin Abdullah. :&amp;#8217;)&lt;br/&gt;Wallahu a&amp;#8217;lam bishawab.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber asli: &lt;strong&gt;&lt;a href="http://chirpstory.com/li/48756" target="_blank"&gt;http://chirpstory.com/li/48756&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; dari akun &lt;strong&gt;@tomyaditias&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/41759998619</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/41759998619</guid><pubDate>Tue, 29 Jan 2013 10:58:00 +0700</pubDate><category>Chirpstory</category><category>tomyaditias</category><category>Anas ibn Malik</category><category>Al Ahzab</category><category>HR Bukhari</category><category>Islam</category></item><item><title>
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak...</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/197aff23a34abe5f2783e0f4cae67fd0/tumblr_mhb9fnBIRL1qh9d2uo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Al Ahzab [33]: 59)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, …” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(An Nuur [24]: 31)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan tatkala turun ayat: Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.. (An Nuur:31) maka mereka langsung mengambil kain sarung-sarung mereka dan menyobeknya dari bagian bawah lalu menjadikannya sebagai kerudung mereka.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Shahih Bukhari: 4387)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Tiga kutipan di atas adalah landasan perintah berjilbab. Sudah jelas ketiganya tentang bagaimana seharusnya tubuh wanita dilindungi, di An Nuur disebutkan untuk mengulurkan kerudung sampai ke dada. Bahkan di Al Ahzab diperintahkan untuk mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh. Seluruh tubuh!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita pun tahu sedari kecil diajari bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah &amp; kedua telapak tangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalimat pada HR Bukhari di atas juga dapat kita saksikan bagaimana keteguhan wanita-wanita mukmin ketika perintah untuk menutup aurat turun. “..mereka langsung mengambil kain sarung-sarung mereka..” Coba kita perhatikan dua kata-kata yang saya kutip barusan, “mereka langsung”. Ya, itulah bentuk kepatuhan pada Allah dan RasulNya. Ketika perintah dalam An Nuur: 31 turun mereka seketika itu pula mengambil kain apapun yang ada di sekitar mereka untuk menutupi aurat secara sempurna. Seketika itu juga. Tidak seperti kebanyakan perempuan yang ketika disebutkan ayat-ayat dan kisah ini, memilih untuk mendefinisikan ulang tentang jilbab.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka katakan bahwa (yang ini sangat klasik), “Yang penting itu hati yang dijilbabin. Buat apa pake jilbab tapi kelakuan &amp; hatinya masih buruk.”&lt;br/&gt;Demi Allah, kalimat kedua yang dilontarkan adalah baik. Bentuk kehati-hatian agar hati &amp; perilaku si pengguna jilbab juga baik. Tapi jika kita lihat kalimat pertamanya, justru membuat kalimat kedua tadi tampak aneh. Bagaimana mungkin kalimat kedua yang menunjukkan ketaatan bisa muncul tapi kemudian dibersamai kalimat yang menunjukkan kedurhakaan kepada perintah Allah??&lt;br/&gt;Sudah jelas-jelas bahwa ‘jilbab’ &amp; ‘menutup kerudung ke dadanya’ itu adalah kata &amp; kalimat denotatif, makna sebenarnya. Dan bukanlah kata &amp; kalimat konotatif (kiasan). Inilah bentuk penghindaran dari perintah-perintah Allah, menafsirkan semaunya sesuai kehendak hati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya jadi teringat bagaimana Bani Israil bersikap ketika perintah Allah untuk menyembelih sapi turun kepada mereka. Mereka datang dengan pertanyaan-pertanyaan yang aneh. Banyak tanya! Maka para sahabat Rasul dipuji karena ketaatan mereka pada perintah-perintah Rabb mereka &amp; RasulNya, bahwa hanya tiga belas pertanyaan saja yang mereka lontarkan kepada Rasulullah semasa beliau hidup. Sami’na wa atho’na.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berbedalah dengan tadi mereka yg mencoba menghindar dengan mengatakan bahwa ‘jilbab hati’ adalah lebih utama. Atau mereka yang berkata, “Itu Abu Jahl juga berjenggot, jadi jangan melulu sunnah itu dengan memanjangkan jenggot!” Demi Allah itu adalah sekedar ucapan yang diada-ada untuk menghindar dari mencontoh Rasulullah. Atau bahkan mengharamkan dan membenci apa-apa yang sudah jelas-jelas ada dalam Al Quran &amp; Rasulullah sendiri pun melakukannya. Astaghfirullah.. Ya, saya bicara tentang ta’addud, poligami. Kapan-kapan saya coba sampaikan tentang hal ini, bukan sekarang. :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jikalah memang masih belum bisa mengikuti seluruh sunnah Rasulullah, baiklah kalau lisan ini terjaga dari mencari pembenaran u/ tidak nyunnah. Berjenggot, isbal, memakai celak, dan sebagainya. &lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Al Ahzab [33]: 21)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Ya, tak ada manusia sesempurna beliau. Semua yang beliau ucapkan adalah kebaikan, segala yang beliau lakukan adalah kebaikan, seluruhnya yang ada ditampilan adalah kebaikan, semua itu adalah atas petunjuk dari Allah. Semuanya!&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Al Hasyr [59]: 7)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Maka apakah kita masih merasa lebih tahu tentang sesuatu hal daripada Allah dan RasulNya? Betapa sombongnya kita jika perasaan itu masih mengakar dalam-dalam di hati kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ah, setelah berpanjang-panjang dengan paragraf di atas, biarkan saya kembali ke inti bahasan kita kali ini.&lt;br/&gt;Pembahasan tentang jilbab &amp; menutup aurat bagi perempuan ini ditulis setelah kemarin saya menghadiri suatu acara di pusat penjualan pakaian muslim-muslimah di daerah Rawamangun. Sebenarnya kegelisahan ini sudah terakumulasi sejak dulu, hanya saja baru disampaikan sekarang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Siang itu, selepas sholat dzuhur, matahari kembali menampakan sinarnya setelah sebelumnya rintik hujan turun ke bumi dan langit gelap mendung. Saat itu rangkaian acara memasuki ‘Hijab Tutorial’ yang diisi oleh pakar jilbab style yang (katanya) syar’i. Sebelumnya saya mengunjungi stand ElexMedia yang memajang buku-buku tentang jilbab style yang juga (katanya) syar’i. Nampak oleh saya buku tebal berwarna-warni, tertulis di bawahnya penulis yang namanya ada unsur penciptaan Allah dalam lagu anak-anak, Pelangi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Buku itu masih disegel. Kemudian saya menanyakan apakah boleh dibuka segelnya. Mas penjaga stand dengan baik hati membuka segelnya, harapannya mungkin setelah saya melihat-lihat isinya kemudian tertarik da membelinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Covernya adalah sang penulis sedang berdiri dengan jilbab kreasinya. Saya bolak-balik halamannya secara random. Isinya hanya foto-foto jilbab kreasi, modis. Kemudian saya menghela nafas panjang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah merasa cukup melihat-lihat isinya, saya mengalihkan perhatian ke tutorial jilbab di panggung. Seorang teman membersamai, duduk di kursi hampir paling belakang. Mereka yang hadir akhwat semua. (ya iyalah.. Menurut ngana??)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sampai ketika ada sesi pertanyaan, saya mengangkat tangan untuk “bertanya”. Pembawa acara yang pria memandang aneh sambil menyerahkan mike.&lt;br/&gt;“Maaf sebelumnya kalau pertanyaan saya sedikit aneh. Pertanyaan saya, satu: sebenarnya aspek syar’i yang seperti apa yang dimaksud di sini? Kedua, bagaimana dengan punuk unta? (saya bertanya ini karena ketika tutorial mereka menggunakan ‘ciput ninja’ yang ada cempolan di bagian belakang kepalanya, bukan rambut. Hanya cempolan kain biasa. Dan seketika itu juga dua orang akhwat yang jilbabnya lebar di depan saya menengok ke arah saya.) Ketiga, bagaimana jilbab style ini dipandang syar’i jika kemudian ada unsur tabarruj di dalamnya? (kemudian seorang perempuan muda berteriak lantang di belakang saya, “Tabarruj itu apa??” kemudian saya jawab bahwa itu adalah berhias berlebihan layaknya perempuan-perempuan kafir.)” dan saya menutup pertanyaan saya dengan senyum dikulum.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pertanyaan-pertanyaan saya dijawab dengan memutar-mutar kalimat dan sedikit terbata-bata. Tidak, saya tidak sedang ingin mempermalukan beliau. Sungguh demi Allah tidak. Saya hanya ingin para akhwat perlu lebih berhati-hati dalam berjilbab.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena setau saya pakaian yang syar’i bagi wanita itu adalah yang menutup dada &amp; seluruh tubuh, longgar, lebar, tidak tipis &amp; menerawang, tidak menampakkan lekuk tubuh, tidak tabarruj, tidak menyerupai pakaian perempuan-perempuan kafir &amp; tidak menyerupai pakaian laki-laki, tidak berpunuk unta, terang warnanya &amp; tidak tercium wangi parfumnya (cukup diri sendiri yang bisa mencium aromanya).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ini saya sampaikan sebagai bentuk kepedulian saya terhadap adik peempuan saya &amp; ibu pada khususnya, dan muslimah pada umumnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ah, saya mah cuma bicara saja. Silakan tanyakan langsung ke mereka yang jilbabnya lebar tentang ini semua. Insya Allah mereka bisa menjelaskannya lebih baik, plus praktik penggunaannya bahkan. Kalau saya? Mana mungkin praktik. Hehehe.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wallahu a’lam bishawab.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Pemuda yang mendamba istri tanpa punuk unta &amp; yang tak bertabarruj ria.&lt;/em&gt;&lt;br/&gt;&lt;em&gt;di kamar, musholla sekaligus perpustakaan pribadi.&lt;/em&gt;&lt;br/&gt;&lt;em&gt;7. 56 am, Januari 28, 2013. Kuningan, Jakarta Selatan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/41658500444</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/41658500444</guid><pubDate>Mon, 28 Jan 2013 07:59:00 +0700</pubDate><category>Jilbab</category><category>Punuk Unta</category><category>An Nuur</category><category>Al Ahzab</category><category>Al Hasyr</category><category>Al Qur'an</category><category>HR Bukhari</category><category>Kerudung</category></item><item><title>Catatan Pendek Sebelum Terpejam</title><description>&lt;p&gt;Pernah ketika SMA aku setengah berlari, menahan pelupuk mata yang panas, ke arah ruangan para pendidik di sekolahku.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tampak perempuan yang aku cari sedang duduk mengerjakan sesuatu di meja beliau. Seketika itu aku duduk bersimpuh di kedua lututku di depan mejanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;#8220;Miss, Tomy kangen Rasul! Tomy kangen beliau, Miss..&amp;#8221; kataku sambil sedikit bergetar suaraku.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beliau mengajakku duduk di sofa tempat menerima tamu yang juga ada di ruangan itu. Kusampaikan lagi kegundahanku, dengan kata-kata yang sama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beliau terdiam sejenak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aku mulai sedikit terisak menahan buliran air dari ujung-ujung mataku. Menunggu kira-kira apa yang akan beliau sampaikan. Sungguh kali itu tak tertahan lagi bagaimana aku merindukan sosok pria yang begitu mulia, suci dan akhlaknya adalah Al Quran yang biasa dipanggil Al Amin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi aku tak ingat kelanjutan kisah itu. Aku hanya mengingatnya bahwa rasa-rasa rindu yang teramat dalam itu masih sering menyergapku, tiba-tiba atau bahkan terakumulasi dalam beberapa waktu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aku sungguh bersyukur. Bersyukur atas gelombang kerinduan yang kuanggap sebagai kenikmatan, mencintai RasulNya dan merindukan beliau sedemikian rupa. Tak jarang aku tahan isakanku ketika hendak terlelap mengingat-ingat beliau. Tak mudah pula menahan suara yang bergetar ketika menengadahkan tangan di sepertiga-sepertiga malam agar tetangga kamar tak terbangun karenanya.&lt;br/&gt;Bermalam-malam pun aku berdoa agar dipertemukannya aku dengan beliau di dalam mimpi. Ah.. Pasti akan jadi mimpi paling indah seumur hidupku.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Allahumma shalli &amp;#8216;alaa Muhammad, wa &amp;#8216;alaa aali Muhammad..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aku titipkan kerinduanku terhadap Rasulullah kepadaMu yaa Rabb..&lt;br/&gt;Semoga kelak kecintaanku atas apa-apa yang aku cintai membuatku dikumpulkan bersama dengan yang aku cintai, di jannahMu.. Meski amalan masih sedikit padahal dosa menggunung melangit. Allah.. :&amp;#8217;(&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Umat Rasulullah yang amat merindu beliau.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;di Pojokkan kamar.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;9.07&amp;#160;pm, January 27, 2013. Jakarta.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/41607108755</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/41607108755</guid><pubDate>Sun, 27 Jan 2013 21:13:00 +0700</pubDate></item><item><title>A Father’s Patience.Wabil waalidayni ihsaana.. :’(</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/c7dc040b03adebf7789d0130f5d8df62/tumblr_mgxfleo0e61qh9d2uo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;A Father’s Patience.&lt;br/&gt;&lt;span&gt;Wabil waalidayni ihsaana.. :’(&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/41008342496</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/41008342496</guid><pubDate>Sun, 20 Jan 2013 20:46:26 +0700</pubDate><category>Muslim'Show</category><category>Father</category><category>Islamic Picture</category></item><item><title>Idris dan Buah Delima</title><description>&lt;p&gt;Terkisah seorang pemuda, Idris namanya. Senang bertualang, mencari ilmu ke banyak negeri. Berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Banyak pengalaman &amp;amp; ilmu yang ia dapatkan selama perjalanannya tersebut. Termasuk yang satu ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu ketika dalam perjalannya ia dihadapkan dengan sebuah sungai yg harus diseberangi. Ketika hendak menyeberangi sungai tersebut, dilihatnya sebuah delima terbawa arus mendekat ke arahnya. Idris yang dalam keadaan lapar langsung menyambarnya. Terucap basmallah &amp;amp; gigitan pertama pada buah delima tersebut pun masuk mulut. Tapi blm sampai potongannya masuk kerongkongan, beliau tersadar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sambil tercekat ia bertanya, halalkah delima yg aku makan? Siapa pemilik buah delima ini, belum sempat aku meminta izin padanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ya, Idris ini adalah pemuda yang teguh prinsipnya. Tidak ingin sesuatupun yang haram masuk ke dlm tubuhnya. Tidak, meski secuil. Meski segigit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sambil terus memikirkan siapa pemilik buah delima itu, Idris melawan arus sungai menuju hulu untuk mengetahui pemilik buah delima tadi. Ia bertanya ke sana ke sini, akhirnya ditemukanlah pohon delima di pinggir sungai sekaligus rumah pemiliknya yang tak jauh dari situ.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Idris menyampaikan kepada sang pemilik perihal kegundahannya yang telah memakan buah delima milik beliau tanpa izin &amp;amp; meminta maaf. Sang pemilik mengatakan bahwa satu kunyahan delima itu halal, dengan syarat bahwa Idris mau bekerja merawat kebun delima itu selama beberapa tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi Idris syarat itu tidaklah memberatkannya. Idris menyanggupinya. Segigit buah delima ditebus dengan bekerja merawat kebun selama sekian tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hari terus berganti, Idris terus tekun merawat buah delima sang pemilik. Setelah datang hari terakhirnya merawat kebun, Idris hendak pamit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;#8220;Telah ku penuhi apa yg engkau minta untuk merawat kebunmu selama sekian tahun sebagai bentuk permintaan maafku. Maka hari ini aku hendak pamit, melanjutkan perjalanan.&amp;#8221; Katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;#8220;Akan aku persilakan engkau pergi, tapi sebelum itu kau harus menikah dengan putriku. Ia cacat. Ia buta, tuli, bisu dan lumpuh. Bagaimana menurutmu?&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dheg! Apa lagi ini? Tidakkah cukup merawat kebunnya sebagai penebus gigitan itu? Kini aku harus menikah pula dengan anaknya? Begitu pikir Idris.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi kemudian Idris menenangkan diri, mengatur nafasnya yang mulai tidak beraturan. Detak jantungnya berdegub cepat. Ia mengingat Allah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sambil menarik nafas dalam, dengan tegas ia katakan, &amp;#8220;Baiklah. aku bersedia menikah dengan putrimu.&amp;#8221; Bismillah!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Prosesi pernikahanpun dilaksanakan. Namun ketika ditemuinya istrinya itu setelah resmi menikah, didapatinya ia begitu cantik rupawan. Tidak sedikitpun cacat pada dirinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Istrinya tidak bisu, tidak tuli, tidak buta, tidak pula lumpuh. Lantas apa maksudnya ini? Apa sang mertua hendak mempermainkannya?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ternyata yg dimaksud beliau dengan &amp;#8216;bisu&amp;#8217; adalah bahwa putrinya tersebut tidak pernah mengatakan apa-apa yg dilarang Allah. Terjaga lisannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kemudian perihal &amp;#8216;buta&amp;#8217;, bahwa putrinya itu tidak pernah melihat apa-apa yang bukan haknya untuk melihat. Terjaga pandangannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Putrinya &amp;#8216;tuli&amp;#8217; karena ia tidak pernah mendengar hal-hal yg tidak pantas bagi telinganya untuk mendengar. Terjaga pendengarannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sedangkan &amp;#8216;lumpuh&amp;#8217;, bahwa putrinya itu tidak pernah melangkahkan kakinya ke tempat-tempat maksiat &amp;amp; yang terlarang baginya. Terjaga dirinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ya, calon ibunya anak-anak ini adalah wanita shalihah yg terjaga lisan, pendengaran, penglihatan &amp;amp; dirinya secara keseluruhan. Subhanallah..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&amp;#8221;..dan wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik adalah untuk wanita yang baik (pula).&amp;#8221;&lt;/strong&gt; Janji Allah terbukti!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari hasil pernikahan yg barakah ini, lahirlah anak yang hafal Quran di usia &lt;strong&gt;9&lt;/strong&gt; tahun, menghafal Al Muwaththa&amp;#8217; karya Imam Malik lengkap dengan sanadnya dalam &lt;strong&gt;9&lt;/strong&gt; malam, menghasilkan &lt;strong&gt;1000&lt;/strong&gt; kesimpulan hukum lengkap disertai dalil atas sebuah hadist pendek dalam &lt;strong&gt;semalam&lt;/strong&gt;, menjadi orang pertama yg merumuskan kaidah Ushul Fiqih, dan menjadi pelempar tombak yg dari 10 lemparan tak ada yg meleset. Siapa beliau?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ya, beliau adalah Imam Syafi&amp;#8217;i, Muhammad bin Idris Asy Syafi&amp;#8217;i. :&amp;#8217;)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekali lagi.. &lt;strong&gt;&amp;#8221;..dan wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik adalah untuk wanita yang baik (pula).&amp;#8221;&lt;/strong&gt; Allah.. :&amp;#8217;)&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/40792272162</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/40792272162</guid><pubDate>Fri, 18 Jan 2013 05:46:25 +0700</pubDate><category>Idris dan buah delima</category><category>Imam Syafi'i</category><category>Islamic Story</category></item><item><title>Merindu Sujud</title><description>&lt;p&gt;Siang ini di kantor cabang Muamalat Kelapa Gading, seperti kebanyakan momen-momen lainnya yang datang tiba-tiba &amp;amp; pergi setelah ditenangkan jiwa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ya, siang ini lagi-lagi saya merasa ada yang perlu untuk diluapkan. Mengenai semua hal. Mengenai apa-apa yg saya rasa tapi tak bisa dikatakan dengan sembarangan saja. Sering kali ditahan ceritanya untuk sujud panjang di malam-malam penuh keheningan. Tetapi ketika kening sudah menempel di sajadah, wusss.. Cerita-cerita yg ditahan untuk dicurahkan kepada sang Pemilik hati hilang begitu saja. Cerita-cerita yg hendak dicurahkan, disampaikan, diceritakan, diadukan kepada Allah saja. Cerita-cerita yg hendaknya bisa saya curahkan ke orang lain pula. Cerita apa? Bermacam-macam. Dan biasanya datang tiba-tiba. Tiba-tiba teringat segala dosa, tiba-tiba teringat amalan yg sedikit saja, tiba-tiba teringat ayah &amp;amp; bunda, tiba-tiba teringat adik yg lama tak jumpa, tiba-tiba teringat hidup ini akan jadi apa, ah.. Pikiran-pikiran itu datang tiba &amp;amp; butuh untuk diluapkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sering kali saya sampai meneteskan air mata, sering pula saya menyembunyikannya di antara ramainya orang-orang tertawa, dan tak jarang juga beralasan mau sholat supaya Allah memberikan ketenangan jiwa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga besok malam cerita-cerita yg tertahan bisa diluapkan di sujud panjang penuh pengharapan. Sujud-sujud panjang yg biasanya diiringi desir angin dari kipas yg berputar &amp;amp; tetesan air keran mengisi ember.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya rindu menangis tersedu, terisak, tersungkur menyebut-nyebut nama Tuhan yg telah menciptakan alam semesta beserta isi &amp;amp; mengaturnya sedemikian rupa. Allah.. Allah.. Allah.. :’(&lt;/p&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/40505816593</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/40505816593</guid><pubDate>Mon, 14 Jan 2013 14:17:00 +0700</pubDate><category>Sholat</category><category>Sujud</category><category>Islam</category></item><item><title>"Umat ini sejak awal sudah diajari menjadi para visioner. Tidak terbatas dunia, karena surga yang..."</title><description>“Umat ini sejak awal sudah diajari menjadi para visioner. Tidak terbatas dunia, karena surga yang telah dijanjikan baginya. Tidak merayu pada yang fana, karena Allah kekal adanya. Tidak terpana harta, karena indahnya surga di depan mata. Tidak merasa sedih tidak pula sempit hatinya, karena kami akan selalu berkata,”Innallaha ma’ana..””&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; - &lt;em&gt;&lt;em&gt;Tomy Nanda Aditias&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/39789038016</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/39789038016</guid><pubDate>Sun, 06 Jan 2013 07:39:00 +0700</pubDate><category>islamic quotation</category></item><item><title>One word to say: SYUKUR!!</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/d4d2f4644d8ebe8bbcd0a18b0a940487/tumblr_mg2uombscx1qh9d2uo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;One word to say: SYUKUR!!&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/39613727996</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/39613727996</guid><pubDate>Fri, 04 Jan 2013 08:26:46 +0700</pubDate><category>MuslimShow</category><category>France</category><category>Islam</category></item><item><title>Classmates: syahid.</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_mdrxwfkoGY1qh9d2uo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Classmates: syahid.&lt;/p&gt;</description><link>http://tomyaditias.tumblr.com/post/36126284264</link><guid>http://tomyaditias.tumblr.com/post/36126284264</guid><pubDate>Tue, 20 Nov 2012 13:55:27 +0700</pubDate><category>Pray for Palestine</category><category>Gaza Under Attack</category><category>Syahid</category></item></channel></rss>
